Diberdayakan oleh Blogger.
Home » » SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) ARITMIA JANTUNG

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) ARITMIA JANTUNG



I.                   Identifikasi Masalah

Banyak masyarakat tidak mengetahui tentang apa itu Aritmia Jantung. Aritmia Jantung hanya diketahui pada orang tertentu yang hanya mempunyai masalah tentang Jantung atau gangguan pada jantung.
Hal ini berdampak buruk, karena semakin lama penyakit atau gangguan yang terjadi pada jantung pada penderita akan memperparah penyakit tersebut, sehingga dapat terjadi komplikasi yang parah sehingga penyakit sulit untuk dikendalikan.
Dari data pengkajian diperoleh bahwa sebagian masyarakat tidak mengetahui tentang Aritmia Jantung, bagaimana gangguan tersebut muncul dan bagaimana untuk menyikapinya.  Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya penyuluhan tentang Aritmia Jantung akan menambah informasi pada masyarakat mengenai Gejala Aritmia dan bagaimana menyikapi penyakit tersebut agar tidak terjadi komplikasi yang lebih parah.










II.                Pengantar

Masalah                       : Aritmia Jantung
Topik                           : Asuhan Keperawatan Dengan Pasien  Aritmia Jantung
Sub Topik                    : Asuhan Keperawatan Dengan Pasien Aritmia Jantung
Sasaran                        : Masyarakat
Hari / Tanggal             : Minggu, 16 Desember 2010
Jam                              : Pukul 10.00 – 11.00 WIB
Waktu                         : 45 menit
Tempat                        : Balai Desa

III.              Tujuan Instruksional Umum (TIU)
            Setelah dilakukan penyuluhan, klien mampu memahami tentang Aritmia Jantung.

IV.             Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
            Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit, diharapkan klien dapat :
a.       Menyebutkan pengertian aritmia jantung
b.      Menyebutkan gejala – gejala dari aritmia jantung
c.       Menyebutkan tanda – tanda dari aritmia jantung
d.      Menyebutkan sebab - sebab dari aritmia jantung
e.       Menyebutkan komplikasi dari Aritmia Jantung
f.       Menyebutkan cara – cara untuk mencegah aritmia jantung
g.      Menyebutkan pengobatan dari aritmia jantung

V.                Materi Penyuluhan
            Terlampir

VI.             Metode
a.       Ceramah
b.      Tanya Jawab

VII.           Media
a.       Materi SAP
b.      Leaflet

VIII.        kegiatan  Pembelajaran
No
Waktu
Kegiatan role play model
Kegiatan peserta
1.
6 menit
Pembukaan :
1.      Memberikan salam
2.      Menjelaskan tujuan pembelajaran
3.      Menyebutkan materi atau pokok bahasan yang di sampaikan
1.      Menjawab salam
2.      mendengarkan dan memperhatikan

2.
25  menit
-          Pelaksanaan materi
-          penyuluhan secara  berurutan dan terartur
Menyimak dan memperhatikan
3

Materi :
a.    Pengertian Aritmia Jantung
b.    Gejala – Gejala Aritmia Jantung
c.    Tanda – Tanda Aritmia Jantung
d.   Sebab – Sebab Aritmia Jantung
e.    Komplikasi Aritmia Jantung
f.     Pencegahan Aritmia Jantung
g.    Pengobatan Aritmia Jantung

3.
10 menit
Evaluasi :
-          menyimpulkan isi penyuluhan
-          menyampaikan secara singkat materi penyuluhan
-          memberi kesempatan kepada audience untuk bertanya
-          memberikan kesempatan kepada audience untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan
Bertanya dan menjawab pertanyaan

4.
4        menit
Penutup :
a.       menyimpulkan materi yang telah disampaikan
b.      menyampaikan terima kasih atas waktu yang telah diberikan oleh peserta
c.       mengucapkan salam
Menjawab salam


IX.              Pengesahan
                                                                           Yogyakarta, 11 Oktober 2008
     Sasaran,                                                          Pembimbing materi penyuluhan,

       masyarakat                                                                         mahasiswa
Mengetahui
Pembimbing

Drs. Sugiyanto
X.                Evaluasi
            Metode Evaluasi         : Diskusi dan Tanya jawab
            Jenis Pertanyaan          : Lisan
            Jumlah Soal                 : 5 Soal

XI.             Pertanyaan
1.      Apakah pengertian Aritmia Jantung
………………………………………………………………….
2.      Sebutkan gejala dan tanda dari Aritmia Jantung
………………………………………………………………….
3.      Sebutkan sebab dan komplikasi dari Aritmia Jantung
………………………………………………………………….
4.      Sebutkan bagaimana pencegahan dari Aritmia Jantung
……………………………………………………………………..
5.      Sebutkan bagaimana pengobatan dari Aritmia Jantung
……………………………………………………………………..

XII.          Daftar Pustaka

http:// aritmia-gangguan-irama-jantung-kenapa.html
http:// askep-aritmia.html
http:// asuhan-keperawatan-pada-klien-dengan_24.html
http://Gangguan Jantung Yang Wajib Anda Ketahui _ Majalah Kesehatan.com.htm
http:// ink1.html
http:// Tentang Aritmia dan anti-Aritmia « The Unofficial Site of FK Unsri.htm




Lampiran Materi Penyuluhan

A.    Pengertian Aritmia Jantung
     Aritmia Jantung adalah keadaan dimana jantung kita memompa darah tidak teratur, bisa jadi lebih cepat atau lambat. Pada keadaan normal dan istirahat, jantung orang dewasa akan berdenyut secara teratur antara 60 – 100 detak/menit.

B.     Gejala – Gejala Aritmia Jantung
-          Getaran jantung
-          Pusing
-          Sesak nafas atau nyeri dada
-          Demam

C.    Tanda – Tanda Aritmia Jantung
-          Perubahan TD ( hipertensi atau hipotensi )
-          Nadi mungkin tidak teratur
-          Defisit nadi
-          Bunyi jantung irama tak teratur, bunyi ekstra, denyut menurun
-          Kulit pucat, sianosis, berkeringat
-          Edema
-          Haluaran urin menurun bila curah jantung menurun berat
-          Disorientasi, bingung, perubahan pupil
-          Nyeri dada ringan sampai berat, dapat hilang atau tidak dengan obat antiangina, gelisah
-          Nafas pendek, batuk, perubahan kecepatan atau kedalaman pernafasan
-          Bunyi nafas tambahan (krekels, ronki, mengi)
-          Kemerahan kulit (reaksi obat)
-          Inflamasi
-          Kehilangan kekuatan

D.    Sebab – Sebab Aritmia Jantung
-          Pemakaian obat – obatan antara lain oleh digitalis, quinidin dan obat-obat anti aritmia lainnya
-          Alkohol yang berlebihan
-          Kadar hormon tiroid yang berlebihan
-          Tingkat oksigen darah yang rendah
-          Stress
-          Merokok
-          Peradangan jantung, misalnya demam reumatik, peradangan miokard (miokarditis karena infeksi)
-          Gangguan sirkulasi koroner (aterosklerosis koroner atau spasme arteri koroner), misalnya iskemia miokard, infark miokard.
-          Gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemia, hipokalemia)
-          Gangguan pada pengaturan susunan saraf autonom yang mempengaruhi kerja dan irama jantung
-          Ganggguan psikoneurotik dan susunan saraf pusat.
-          Gangguan metabolik (asidosis, alkalosis)
-          Gangguan endokrin (hipertiroidisme, hipotiroidisme)
-          Gangguan irama jantung karena kardiomiopati atau tumor jantung
-          Gangguan irama jantung karena penyakit degenerasi (fibrosis sistem konduksi jantung)

E.     Komplikasi dari Aritmia Jantung
a.       Aterosklerosis
          Aterosklerosis adalah penebalan dinding arteri sebelah dalam karena endapan plak (lemak, kolesterol dan buangan sel lainnya) sehingga menghambat dan menyumbat pasokan darah ke sel-sel otot. Aterosklerosis dapat terjadi di seluruh bagian tubuh. Bila terjadi pada dinding arteri jantung, maka disebut penyakit jantung koroner atau penyakit jantung iskemik.
             Aterosklerosis dimulai dari adanya lesi dan retakan pada dinding pembuluh darah, terutama karena adanya tekanan kuat pada pembuluh jantung.Pada tahap berikutnya, tubuh berusaha memulihkan diri dengan menempatkan zat-zat lemak ke dalam pembuluh darah untuk menutup keretakan. Lambat laun, karena proses peretakan dan penutupan yang berulang, zat-zat lemak itu bisa menutup pembuluh jantung.
b.      Infark Miokard Akut
          Infark miokard adalah kematian otot jantung karena penyumbatan pada arteri koroner. Otot-otot jantung yang tidak tersuplai darah akan mengalami kerusakan atau kematian mendadak.
c.       Kardiomiopati
          Kardiomiopati adalah kerusakan atau gangguan otot jantung sehingga menyebabkan dinding-dinding jantung tidak bergerak sempurna dalam menyedot dan memompa darah. Penderita kardiomiopati seringkali berisiko terkena arritmia dan gagal jantung mendadak.
d.      Penyakit Jantung Rematik
          Penyakit jantung rematik adalah kerusakan pada katup jantung karena demam rematik, yang disebabkan oleh bakteri streptokokus.
e.        Gagal Jantung Kongestif
          Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Jantung dikatakan gagal bukan karena berhenti bekerja, namun karena tidak memompa sekuat yang seharusnya. Sebagai dampaknya, darah bisa berbalik ke paru-paru dan bagian tubuh lainnya.


f.       Fibrilasi Atrial
          Fibrilasi atrial adalah gangguan ritme listrik jantung yang mengganggu atrial. Gangguan impuls listrik ini menyebabkan kontraksi otot jantung tidak beraturan dan memompa darah secara tidak efisien. Akibatnya, atrium jantung tidak sepenuhnya mengosongkan darah menuju ke serambi (ventrikel). Fibrilasi atrial biasanya terkait dengan banyak gangguan jantung lainnya, termasuk kardiomiopati, koroner, hipertropi ventrikel, dll.
g.      Inflamasi Jantung
           Inflamasi jantung dapat terjadi pada dinding jantung (miokarditis), selaput yang menyelimuti jantung (perikarditis), atau bagian dalam (endokarditis). Inflamasi jantung dapat disebabkan oleh racun maupun infeksi.
h.      Kelainan Katup Jantung
           Katup jantung berfungsi mengendalikan arah aliran darah dalam jantung. Kelainan katup jantung yang dapat mengganggu aliran tersebut, antara lain karena pengecilan (stenosis), kebocoran (regurgiasi), atau tidak menutup sempurna (prolapsis). Kelainan katup dapat terjadi sebagai bawaan lahir maupun karena infeksi dan efek samping pengobatan.
F.     Pencegahan Aritmia Jantung
1.      Dengan Pola Hidup Sehat
                        Upaya pencegahan untuk menghindari penyakit jantung dan stroke dimulai dengan memperbaiki gaya hidup dan mengendalikan faktor risiko sehingga mengurangi peluang terkena penyakit tersebut.
a.       Hindari obesitas atau kegemukan dan kolesterol tinggi. Dengan  mengkonsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, padi-padian, makanan berserat lainnya dan ikan. Kurangi daging, makanan kecil (cemilan), dan makanan yang berkalori tinggi dan banyak mengandung lemak jenuh lainnya.
b.      Berhenti merokok, juga hindari asap rokok dari lingkungan. Merokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang, sehingga meningkatkan pengerasan pembuluh darah arteri, dan meningkatkan faktor pembekuan darah yang memicu penyakit jantung dan stroke. Perokok mempunyai peluang terkena stroke dan jantung koroner sekitar dua kali lipat lebih tinggi dibanding dengan bukan perokok.
c.       Kurangi minum alkohol. Alkohol dapat menaikan tekanan darah, memperlemah jantung, mengentalkan darah dan menyebabkan kejang arteri.
d.      Lakukan Olahraga atau aktivitas fisik. Olahraga dapat membantu mengurangi bobot badan, mengendalikan kadar kolesterol, dan menurunkan tekanan darah yang merupakan faktor risiko lain terkena jantung dan stroke.
e.       Kendalikan tekanan darah tinggi dan kadar gula darah. Hipertensi merupakan faktor utama terkena stroke dan juga penyakit jantung koroner. Diabetes juga meningkatkan risiko stroke 1,5 - 4 kali lipat, terutama apabila gula darahnya tidak terkendali.
f.       Hindari penggunaan obat-obat terlarang seperti heroin, kokain, amfetamin, karena obat-obatan narkoba tersebut dapat meningkatkan risiko stroke 7 kali lipat dibanding dengan yang bukan pengguna narkoba.

2.      Dengan Tumbuhan Obat
            Beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit jantung dan stroke mempunyai efek melancarkan sirkulasi darah dan sebagai antikoagulan yaitu mencegah penggumpalan darah, karena penyakit jantung dan stroke penyebab utamanya adalah gangguan pada pembuluh darah.
            Beberapa jenis tumbuhan Obat dan bahan alami yang dapat digunakan untuk mencegah dan mengatasi Penyakit Jantung dan Stroke antara lain :
a.    Daun dewa (Gynura segetum)
Khasiat : sebagai anticoagulant, mencairkan bekuan darah, melancarkan sirkulasi darah dan membersihkan racun.
Bagian yang dipakai adalah daun dan umbinya. Dosis yang dianjurkan yaitu 15-30 gram daun segar dan 6-10 gram umbinya.
b.    Mengkudu (Morinda citrifolia)
Khasiat : menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol dan kadar gula darah tinggi. Khasiat tersebut dapat mencegah risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Dosis : 2-3 buah yang matang
c.    Bawang Putih (Allium sativum)
Khasiat : melancarkan sirkulasi darah, antikoagulan (mencegah pembekuan darah), menurunkan kolesterol darah, menurunkan kadar gula darah, menurunkan tekanan darah tinggi dan menambah sistem kekebalan.
d.   Bawang Bombay (Allium cepa)
Berkhasiat mencegah pengumpalan darah, menurunkan kadar lemak darah, menurunkan kadar gula darah dan menurunkan tekanan darah.
e.    Jamur Kuping hitam (Auricularia auricula)
Khasiat : Mencegah stroke dan pendarahan otak, baik untuk jantung dan pembuluh darah.
f.     Rumput laut (Laminaria japonica)
Khasiat : mencegah penyempitan pembuluh darah, menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi.
g.    Terung Ungu (Solanum melongena L.)
Khasiat : mencegah aterosklerosis (penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah), mencegah meningkatnya kolesterol darah, menurunkan ketegangan saraf.
h.    Jantung pisang
Khasiat : Mencegah stroke dan pendarahan otak, baik untuk jantung dan pembuluh darah.
i.      Bunga Mawar (Rosa chinensis)
Khasiat : melancarkan sirkulasi darah, menetralkan racun. Dosis pemakaian: 3-10 g bunga kering
G.    Pengobatan Aritmia Jantung
a.         Pemeriksaan Penunjang
1. EKG
       Menunjukkan pola cedera iskemik dan gangguan konduksi. Menyatakan tipe atau sumber disritmia dan efek ketidakseimbangan elektrolit dan obat jantung.
2.Monitor Holter
           Gambaran EKG (24 jam) mungkin diperlukan untuk menentukan dimana disritmia disebabkan oleh gejala khusus bila pasien aktif (di rumah/kerja). Juga dapat digunakan untuk mengevaluasi fungsi pacu jantung/efek obat antidisritmia
3.Foto dada
           Dapat menunjukkanpembesaran bayangan jantung sehubungan dengan disfungsi ventrikel atau katup
4.Scan pencitraan miokardia
           Dapat menunjukkan area iskemik/kerusakan miokard yang dapat mempengaruhi konduksi normal atau mengganggu gerakan dinding dan kemampuan pompa.
5. Tes stres latihan
           Dapat dilakukan utnnuk mendemonstrasikan latihan yang menyebabkan disritmia.
6. Elektrolit
           Peningkatan atau penurunan kalium, kalsium dan magnesium dapat mnenyebabkan disritmia.
7. Pemeriksaan obat
           Dapat menyatakan toksisitas obat jantung, adanya obat jalanan atau dugaan interaksi obat contoh digitalis, quinidin.
8. Pemeriksaan tiroid
           Peningkatan atau penururnan kadar tiroid serum dapat menyebabkan.meningkatkan disritmia.
b.   Penatalaksanaan Medis
1.      Terapi medis
     Obat-obat antiaritmia
2. Terapi mekanis
a. Kardioversi : mencakup pemakaian arus listrik untuk                            menghentikan disritmia yang memiliki kompleks GRS,      biasanya          merupakan prosedur elektif.
b. Defibrilasi : kardioversi asinkronis yang digunakan pada keadaan       gawat darurat.
c. Defibrilator kardioverter implantabel : suatu alat untuk mendeteksi     dan      mengakhiri episode takikardi ventrikel yang mengancam             jiwa atau pada             pasien yang resiko mengalami fibrilasi            ventrikel.
d. Terapi pacemaker : alat listrik yang mampu menghasilkan stimulus      listrik   berulang ke otot jantung untuk mengontrol frekuensi         jantung.
Share this on your favourite network

0 komentar:

Poskan Komentar

Cari Blog Ini

Memuat...
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS