SATUAN ACARA PENYULUHAN PROMOSI KESEHATAN DALAM PRAKTEK MASYARAKAT TENTANG KENAKALAN PADA REMAJA



I.                   IDENTIFIKASI MASALAH
Kenakalan remaja dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang.  Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang tidak melalui  jalur tersebut berarti telah menyimpang. Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu membedakan adanya perilaku menyimpang yang tidak disengaja dan yang disengaja, diantaranya karena si pelaku kurang memahami aturan-aturan yang ada. Sedangkan perilaku yang menyimpang yang disengaja, bukan karena si pelaku tidak mengetahui aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut, adalah mengapa seseorang melakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan. Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988,26), mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) TBC



Bidang studi               :  Penyakit Dalam
Topik                           : TBC
Sub Topik                    : Penanganan TBC
Sasaran                        : Mahasiswa PSIK VB STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA
Hari/Tanggal               : Selasa/ 28 Desember  2010
Jam                              : 13.00 wib
Waktu                         : 20 menit
Tempat                        : Balai serangan Ngampilan Ykt

SATUAN ACARA PENYULUHAN PROMOSI KESEHATAN DALAM PRAKTEK PENYAKIT GANGGUAN REPRODUKSI TENTANG ENDOMETRIOSIS PADA WANITA SUBUR



I.              IDENTIFIKASI MASALAH
Endometriosis merupakan penyakit yang hanya diderita kaum perempuan. Prevalensi endometriosis cenderung meningkat setiap tahun, walaupun data pastinya belum dapat diketahui. Menurut Jacoeb (2007), angka kejadian di Indonesia belum dapat diperkirakan karena belum ada studi epidemiologik, tapi dari data temuan di rumah sakit, angkanya berkisar 13,6-69,5% paa kelompok infertilitas. Jika dikaitkan dengan jumlah penduduk sekarang, ditemukan sekitar 13 juta penderita endometriosis pada usai produktif. Kaum perempuan perlu waspada pada usai produktif yang seringkali ditandai dengan nyeri hebat pada saat haid.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) SKABIES


SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
SKABIES

             I.      IDENTIFIKASI MASALAH

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestisasi dan sensitisasi terhadap sarcoptes scabiei varian hominis dan produknya. Sinonim dari penyakit ini adalah kudis, the itch, gudig, budukan, dan gatal agogo.
Penyakit scabies ini merupakan penyakit menular oleh kutu tuma gatal sarcoptes scabei tersebut, kutu tersebut memasuki kulit stratum korneum, membentuk kanalikuli atau terowongan lurus atau berkelok sepanjang 0,6 sampai 1,2 centimeter.

SATUAN ACARA PENYULUHAN DIARE

I.                  Identifikasi Masalah
Sampai saat ini penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan dunia terutama di negara berkembang. Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare. WHO memperkirakan 4 milyar kasus, terjadi di dunia pada sebagian besar anak-anak dibawah umur 5 tahun.

SATUAN ACARA PENYULUHAN PROMOSI KESEHATAN DALAM PRAKTEK PENYAKIT TENTANG ANEMIA



I.                  IDENTIFIKASI MASALAH

Anemia merupakan gangguan pada darah yang paling banyak terjadi, terutama di negara-negara berkembang dan negara miskin, karena hal ini sangat berkaitan dengan tingkat konsumsi gizi masyarakatnya. Anemia terjadi ketika darah kekurangan hemoglobin (Hb) yang bertugas membantu sel darah merah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. Anemia, perkataan yang berasal daripada bahasa Greek yang membawa pengertian "tiada darah", merujuk kepada kekurangan sel darah merah (RBC) dan/atau hemoglobin. Ini mengurangkan keupayaan darah untuk memindahkan oksigen ke tisu-tisu, dan mengakibatkan hipoksia; oleh sebab semua sel manusia bergantung kepada oksigen untuk hidup, tingkatan-tingkatan anemia yang berbeza-beza menimbulkan pelbagai masalah. Hemoglobin (protein yang membawa oksigen di dalam sel darah merah) harus hadir untuk memastikan pengoksigenan yang mencukupi bagi semua tisu dan organ badan.
Tiga kelas anemia yang utama termasuk:

SATUAN ACARA PENYULUHAN BAHAYA MEROKOK



       I.      IDENTIFIKASI MASALAH
Merokok merupakan kebiasaan buruk yang banyak sekali akibat buruknya bagi tubuh perokok maupun orang yang berada disekitar perokok (perokok pasif) yang menjadi masalah kesehatan dimasyarakat sampai saat ini.dengan persepsi oleh perokok yang bermacam-macam padahal telah jelas akibat bagi organ-organ tubuh seperti jalan pernafasan, paru, jantung, ginjal dan mata.
Pengetahuan masyarakat yang kurang akan bahaya merokok berpengaruh terhadap tingkat kebiasaan merokok pada masyarakat yang cukup tinggi.

SATUAN ACARA PENYULUHAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN


SATUAN ACARA PENYULUHAN
( SAP )

       I.            IDENTIFIKASI MASALAH
Tanda- tandabahayakehamilanadalahgejala yang menunjukkanbahwaibudanbayidalamkeadaanbahaya.

    II.            PENGANTAR
Bidangstudi    :  PendidikanKesehatan
Topik               : TandaBahayaKehamilan
Sub Topic        : TandaBahayaKehamilanpadaIbuHamil
Sasaran            : Ibu-ibu
Hari/Tanggal   : Sabtu, 20 November 2010
Jam                  : 08.00 WIB
Waktu             : 20 menit
Tempat            : DusunBetakan RT 03/RW 27 SumberrahayuMoyudanSleman

SATUAN ACARA PENYULUHAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN



       I.            IDENTIFIKASI MASALAH
Tanda- tandabahayakehamilanadalahgejala yang menunjukkanbahwaibudanbayidalamkeadaanbahaya.

    II.            PENGANTAR
Bidangstudi    :  PendidikanKesehatan
Topik               : TandaBahayaKehamilan
Sub Topic        : TandaBahayaKehamilanpadaIbuHamil
Sasaran            : Ibu-ibu
Hari/Tanggal   : Sabtu, 20 November 2010
Jam                  : 08.00 WIB
Waktu             : 20 menit
Tempat            : DusunBetakan RT 03/RW 27 SumberrahayuMoyudanSleman

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) INFEKSI SALURAN PERNAFASAN


SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

       I.            IDENTIFIKASI MASALAH
ISPA merupakan suatu penyakit yang terbanyak diderita oleh anak- anak, baik dinegara berkembang maupun dinegara maju dan sudah mampu dan banyak dari mereka perlu masuk rumah sakit karena penyakitnya cukup gawat. Penyakit-penyakit saluran pernapasan pada masa bayi dan anak-anak dapat pula memberi kecacatan sampai pada masa dewasa.
ISPA masih menjadi masalah kesehatan yang penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi. Setiap anak diperkirakan mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahunnya. 40 % - 60 % dari kunjungan diPuskesmas adalah oleh penyakit ISPA. Dari seluruh kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20 % - 30 %. Kematian yang terbesar umumnya adalah karena pneumonia dan pada bayi berumur kurang dari 2 bulan

SATUAN ACARA PENYULUHAN HIV / AIDS



I.       TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM ( TPU )
         Setelah mengikuti proses penyuluhan diharapkan mengetahui apa yang dimaksud dengan HIV/AIDS, tanda dan gejala, cara penularan juga pencegahannya.

II.     TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS ( TPK )
         Setelah mengikuti penyuluhan akan  mampu :

SATUAN ACARA PENNYULUHAN (SAP) Kwashiorkor


SATUAN ACARA PENNYULUHAN
(SAP)
I.                   IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan SUSENAS (2002), 26% balita di Indonesia menderita gizi kurang dan 8% balita menderita gizi buruk (marasmus, kwashiorkor, marasmus-kwashiorkor).
Kwashiorkor dijumpai terutama pada golongan umur tertentu yaitu bayi pada masa menyusui dan pada anak prasekolah, 1 hingga 3 tahun yang merupakan golongan umur yang relatif memerlukan lebih banyak protein untuk tumbuh sebaik-baiknya. Sindrom demikian kemudian dilaporkan oleh berbagai negeri terutama negeri yang sedang berkembang seperti Afrika, Asia, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan bagian-bagian termiskin di Eropa. Penyakit ini banyak terdapat anak dari golongan penduduk yang berpenghasilan rendah. Ini dapat dimengerti karena protein yang bermutu baik terutama pada bahan makanan yang berasal dari hewan seperti protein, susu, keju, telur, daging, dan ikan. Bahan makanan tersebut cukup mahal , sehingga tidak terjangkau oleh mereka yang berpenghasilan rendah. Akan tetapi faktor ekonomi bukan merupakan satu-satunya penyebab penyakit ini. Ada berbagai protein nabati yang bernilai cukup baik, misalnya kacang kedele, kacang hijau, dan sebagainya, akan tetapi karena tidak diketahui atau tidak disadari, bahan makanan tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya. Pengetahuan yang kurang tentang nilai bahan makanan, cara pemeliharaan anak, disamping ketakhyulan merupakan faktor tambahan dari timbulnya penyakit kwashiorkor. Keadaan higiene yang buruk, sehingga mereka mudah dihinggapi infeksi dan infestasi parasit dan timbulnya diare mempercepat atau merupakan trigger mechanisme dari penyakit ini.

SATUAN ACARA PENYULUHAN GANGGUAN SEKSUAL


SATUAN ACARA  PENYULUHAN
(SAP)
        I.            IDENTIFIKASI MASALAH

     Seringkali dalam masyarakat terdapat pengetahuan kalau perilaku seks, khususnya yang ngga sesuai dengan norma agama, norma hukum, atau norma susila, yang dilakukan oleh remaja, dikatakan sebagai penyimpangan atau kelainan seksual, tapi secara psikologi pengertian itu engga selamanya bener. Karena pengertian secara luas tingkah laku seksual itu sendiri, adalah, segala perilaku yang didasari oleh dorongan seks.

SATUAN ACARA PENYULUHAN “GASTRITIS”



I. IDENTIFIKASI MASALAH
Lambung merupakan salah satu organ tubuh yang tak asing pada kebanyakan orang, hampir semua orang tahu bahwa lambung dalam tubuh berfungsi untuk menampung makanan secara sementara, yang mana dalam lambung makanan tersebut akan di proses untuk bisa di ubah menjadi partikel-partikel yang lebih kecil agar kandungan dalam makanan dapat diserap secara baik untuk mencukupi kebutuhan tubuh akan zat-zat tertentu.
            Lambung setiap harinya bekerja untuk memproses makanan yang kita makan, dan seperti organ tubuh lainnya lambung juga bisa rusak akibat asam lambung yang dihasilkan secara berlebihan, terinfeksi bakteri/ virus yang ada dalam makanan, penguanaan obat dalam jangka lama, dll. Dan jika hal tersebut dibiarkan, bisa terjadi kerusakan yang serius/ komplikasi yang dapat mengancam jiwa jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) ARITMIA JANTUNG



I.                   Identifikasi Masalah

Banyak masyarakat tidak mengetahui tentang apa itu Aritmia Jantung. Aritmia Jantung hanya diketahui pada orang tertentu yang hanya mempunyai masalah tentang Jantung atau gangguan pada jantung.
Hal ini berdampak buruk, karena semakin lama penyakit atau gangguan yang terjadi pada jantung pada penderita akan memperparah penyakit tersebut, sehingga dapat terjadi komplikasi yang parah sehingga penyakit sulit untuk dikendalikan.
Dari data pengkajian diperoleh bahwa sebagian masyarakat tidak mengetahui tentang Aritmia Jantung, bagaimana gangguan tersebut muncul dan bagaimana untuk menyikapinya.  Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya penyuluhan tentang Aritmia Jantung akan menambah informasi pada masyarakat mengenai Gejala Aritmia dan bagaimana menyikapi penyakit tersebut agar tidak terjadi komplikasi yang lebih parah.

SATUAN ACARA PENYULUHAN POMOSI KESEHATAN DALAM PRAKTEK MATERNITAS TENTANG SENAM NIFAS PADA IBU PASCA MELAHIRKAN


Latar Belakang
Lazimnya seorang ibu nifas tetap bekerja selama kenifasannya, sehingga sangat penting pada kenifasannya diberikan keterangan tentang pernafasan dasar pernafasan dasar serta sewaktu bekerja.
Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah senam nifas. Tindakan relaksasi dan senam setiap hari berguna untuk seorang ibu nifas agar dapat mempersiapkan tubuhnya untuk menghadapi persalinan serta dapat belajar bernafas dan beristirahat pada waktu yang tepat selama persalinan untuk membantu kemajuan persalinan yang alamiah.

SATUAN ACARA PENYULUHAN PROMOSI KESEHATAN DALAM PRAKTEK ANOREKSIA NERVOSA PADA REMAJA


IDENTIFIKASI MASALAH
Merupakan salah satu sindroma yang sangat khas mengenai gangguan somatic yang penyebabnya berasal dari factor psikis. Anoreksia nervosa merupakan suatu gangguan makan yang ditandai oleh gangguan citra tubuh dan mmbatasi jumlah makanan dengan amat ketat.
Pengertian anoreksia nervosa lebih banyak diartikan sebagai peristiwa penolakan makan seseorang, yang biasanya oleh gadis remaj, karena ia tekut menjadi gemuk atau oleh karena sebab histerik lainnya.

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP ) AFASIA



KATA PENGANTAR


Assalamualikum wr.wb
            Puji syukur kehadirat Allah SWT  yang telah memberikan dan melimpahkan nikmat serta hidayah-Nya kepada kita semua sehingga penyusun dapat menyelesaikan Satuan Acara Penyuluhan mata kuliah Pendidikan Kesehatan tentang Afasia.
Terselesaikannya tugas SAP ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada kesempatan kali ini penyusun ingin mengucapkan terimakasih kepada :

SATUAN ACARA PENYULUHAN AMPUTASI



SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

             I.      IDENTIFIKASI MASALAH
Amputasi dapat diartikan sebagai tindakan memisahkan bagian tubuh sebagian atau seluruh bagian ekstremitas. Tindakan ini merupakan tindakan yang dilakukan dalam kondisi pilihan terakhir manakala masalah organ yang terjadi pada
ekstremitas sudah tidak mungkin dapat diperbaiki dengan menggunakan teknik lain, atau manakala kondisi organ dapat membahayakan keselamatan tubuh klien secara utuh atau merusak organ tubuh yang lain seperti dapat menimbulkan komplikasi infeksi.

SATUAN ACARA PENYULUHAN PROMOSI KESEHATAN DALAM PRAKTEK SIKLUS REPRODUKSI MENYUSUI



I.                   IDENTIFIKASI MASALAH
Setelah melahirkan, secara naluriah setiap ibu mampu menjalankan tugasnya untuk menyusui bayi. Menyusui merupakan cara yang  ideal bagi ibu untuk memberikan kasih sayang pada anaknya dan cara terbaik memenuhi kebutuhan gizi bayi.Dengan menyusui, hubungan batin yang  hangat antara ibu dan bayi akan terjalin dengan erat. Sewaktu menyusu dan berada dalam dekapan ibu, bayi merasakan sentuhan kulit ibu yang lembut dan hangat serta mendengar detak jantung ibu yang  akan memberikan rasa aman dan tentram. Kelekatan antara ibu dan bayinya sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan kepribadian si bayi kelak.Afeksi yang  tumbuh pada diri anak melalui proses menyusui akan menjadi dasar perkembangan emosi yang hangat pada diri anakl terhadap dunia disekelilingnya. Dengan semikian proses menyusui merupakan stimulasi yang penting untuk perkembangan mental, kecerdasan, dan social emosi anak. Hal ini sangat penting untuk pertumbuhan psikologis anak yang sehat.

SATUAN ACARA PENYULUHAN SISTEMA LUPUS ERITEMATOSUS


 
I .  Identifikasi masalah
Cina Sistemik Lupus Erythematosus (SLE) Pengobatan dan Research Group (CSTAR) mengumumkan informasi epidemiologi interim pada pasien SLE di China hari ini di EULAR 2010, Kongres Tahunan Liga Eropa Melawan Rematik di Roma, Italia. Robust data pada pasien SLE telah langka untuk saat ini, tetapi sekarang CSTAR memberikan pendaftaran online pertama dari besaran di Cina. Sampai saat registri telah dikumpulkan data dari 2.104 pasien SLE di 30 provinsi Cina.

SATUAN ACARA PENYULUHAN SADARI



SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

             I.      IDENTIFIKASI MASALAH
Sadari adalah upaya yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kanker dalam payudara yang dilakukan di depan cermin.
          II.      PENGANTAR
Bidang studi   : Pendidikan kesehatan
Topic               : Maternitas
Sub topic         : Sadari
Sasaran            : Masyarakat
Hari / tanggal : Kamis, 6 Januari 2010
Jam                  : 11.00 WIB
Waktu             : 30 menit
Tempat            : Kantor Kelurahan Serangan
       III.      TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan ini diharapkan warga mendapatkan informasi dan  pengetahuan tentang amputasi dan penyebab serta jenis-jenis amputasi.
       IV.      TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan masyarakat diharapkan dapat :
a.       Mengetahui tentang masalah  amputasi
b.      Mengetahui penyebab, jenis, metode, dan tingkatan amputasi

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) ASI EKSKLUSIF

 
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
ASI Ekslusif 6 bulan


A.    IDENTIFIKASI MASALAH
Mendapatkan Air Susu Ibu atau ASI adalah proses pemenuhan hak pertama yang harus diterima oleh anak ketika baru lahir dan sebelum mendapatkan hak yang lain. Namun pada kenyataannya hak dasar anak ini banyak yang belum terpenuhi. Penyebabnya bermacam-macam, misalnya karena ASI belum atau tidak keluar, kondisi ibu yang belum memungkinkan menyusui satu jam pasca melahirkan maka bayi diberi susu formula. Alasan tersebut sering digunakan untuk tidak memberikan ASI pada saat bayi baru lahir, sehingga mengakibatkan bayi tidak terpenuhi haknya. Hal ini banyak terjadi pada anak di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Ketika hak pertama tidak terpenuhi maka selanjutnya dapat berdampak pada tumbuh kembang anak yang tidak optimal.
Konvensi Hak Anak menyebutkan bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup dan tumbuh berkembang secara optimal. Bayi yang mendapatkan ASI setelah satu jam dilahirkan akan lebih terjamin ketahanan dan kelangsungan hidupnya. Untuk mendukung hal itu, setiap perempuan juga memiliki hak memperoleh pengetahuan dan dukungan yang mereka butuhkan dalam memberikan ASI terutama ASI eksklusif, yaitu pemberian ASI saja pada bayi hingga usia 6 bulan.

SATUAN ACARA PENYULUHAN PROMOSI KESEHATAN DALAM PRAKTEK PENYAKIT DALAM TENTANG LEUKEMIA



SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)


I.IDENTIFIKASI MASALAH
 (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker menyerang darah putih diproduksi oleh sumsum tulang Sumsum tulang atau ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah). Sumsum tulang adalah jaringan lunak yang ada pada setiap tulang. Di sumsum tulang inilah sel darah dibuat. Sel darah yang pabriknya ada pada sumsum tulang yakni :

SATUAN ACARA PENYULUHAN “SAP” REMATIK


I .  Identifikasi masalah
Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup, jumlah populasi usia lanjut (lansia) juga meningkat. Tahun 1999, jumlah penduduk lansia di Indonesia lebih kurang 16 juta jiwa. Badan Kesehatan Dunia, WHO, memperkirakan tahun 2025 jumlah lansia di Indonesia 60 juta jiwa, mungkin salah satu terbesar di dunia.

Dibandingkan dengan jantung dan kanker, rematik boleh jadi tidak terlampau menakutkan. Namun, jumlah penduduk lansia yang tinggi kemungkinan besar membuat rematik jadi keluhan favorit. Penyakit otot dan persendian ini memang sering menyerang lansia, melebihi hipertensi dan jantung, gangguan pendengaran dan penglihatan, serta diabetes.

SATUAN ACARA PENYULUHAN PROMOSI KESEHATAN TENTANG NYERI HAID PADA REMAJA



SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
        I.            IDENTIFIKASI MASALAH
Menstruasi merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulanya untuk kehamilan (Keikos, 2007). Menstruasi menurut Prawirohardjo (1999) adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai dengan pelepasan (deskuamasi) endometrium. Walaupun menstruasi datang setiap bulan pada usia reproduksi, banyak wanita yang mengalami ketidaknyamanan fisik atau merasa tersiksa saat menjelang atau selama haid berlangsung (Blogdokter, 2007).

SATUAN ACARA PENYULUHAN PROMOSI KESEHATAN DALAM PRAKTEK PENYAKIT DALAM TENTANG BATUK REJAN (PERTUSIS) PADA ANAK



SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)


I. IDENTIFIKASI MASALAH
            Penyakit batuk rejan atau disebut juga  sebagai “pertusis” adalah satu penyakit infeksi menular, yang angka kejadiannya diketahui lebih tinggi pada Negara yang sedang berkembang di daerah tropis dan  padat penduduk seperti di Negara kita, Indonesia. Penyakit ini di Indonesia masih merupakan penyakit endemik dan menjadi masalah kesehatan yang serius, dan erat hubunganya dengan hygiene perseorangan dan sanitasi lingkungan.         
Berdasarkan dari data WHO  memperkirakan jumlah kasus batuk rejan (pertusis) di seluruh dunia mencapai 30-50 juta kasus pertahun dan menyebabkan kematian pada 3000 kasus. Penyakit ini dapat  menyerang semua usia, baik bayi, remaja maupun dewasa. Akan tetapi 60 % menyerang pada anak-anak yang berumur kurang dari 5 tahun dan penyakit ini akan menjadi lebih serius jika menyerang bayi berumur kurang dari 1 tahun, biasanya pada bayi yang baru lahir dan biasanya keadaannya lebih parah.
            Gejala yang timbul dari batuk rejan pada remaja dan orang dewasa biasanya lebih ringan, akibatnya mereka memutuskan untuk tidak mengobatinya. Sehingga mereka dapat menularkan penyakit itu kepada orang lain, termasuk anak-anak yang belum diimunisasi. Oleh karena itu imunisasi sangat efekif untuk mencegah penularan penyakit ini.

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP ) HIPERTENSI


       I.            IDENTIFIKASI MASALAH
Hati (liver) adalah salah satu organ tubuh yang penting. Hati dapat membantu proses metabolisme nutrisi ataupun obat-obatan di dalam tubuh. Selain itu organ ini juga mempunyai peranan yang penting untuk membersihkan darah di dalam tubuh dari produk limbah yang beracun. Namun, demikian jika kita tidak menjaga fungsi hati dengan baik maka organ penting ini akan mengalami kerusakan. Salah satu penyakit hati yang sering terjadi adalah hepatitis.

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP ) HIPERTENSI




       I.            IDENTIFIKASI MASALAH
Dewasa ini, penyakit hipertensi merupakan penyakit yang sering kita jumpai di Indonesia.  Diperkirakan sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi teruatama di negara berekmbang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 200, diperkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025. Prediksi ini didasarkan pada angka penderita hipertensi saat ini dan pertambahan penduduk saat ini.
Selain itu, survai penyakit jantung yang dilaksanakan Boedhi Darmojo, menemukan prevalensi hipertensi tanpa atau dengan tanda penyakit jantung hipertensi sebesar 33,3% ( 81 orang dari 243 orang tua 50 tahun ke atas ). Dari hasil studi kasus, didapatkan 68,4% termasuk hipertensi ringan ( diastolik 95 – 104 mmHg ), 28,1% hipertensi sedang ( diastolik 105 – 129 mmHg ) dan hanya 3,5% dengan hipertensi berat ( diastolik sama atau lebih besar dengan 130 mmHg ).

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PERAWATAN PAYUDARA




I.     IDENTIFIKASI MASALAH
Dalam istilah medik, payudara disebut juga glandula mammae (kelenjar susu) yang berkembang sejak embrio berusia enam minggu. Mammae tersusun dari jaringan kelenjar, jaringan ikat dan jaringan lemak. Diameter mammae sekitar 10-12 cm. umumnya, berat mammae pada wanita yang normal sekitar 200 gram. Pada akhir kehamilan, beratnya antara 400-600 gram.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) KB



I.                   IDENTIFIKASI MASALAH
Saat ini setiap tahunnya terjadi kelahiran sekitar 4,5 juta bayi. Bayi-bayi ini akan berkembang dan mempunyai kebutuhan yang berbeda sesuai dengan peningkatan usianya. Pada saat ini dari 100 persen anak-anak yang masuk sekolah dasar, 50% diantaranya tidak dapat melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi setelah lulus SMP.  Mereka akan putus sekolah dan menuntut pekerjaan padahal tidak mempunyai ketrampilan yang memadai. Sempitnya lapangan kerja membuat para pemuda-pemudi putus sekolah menciptakan pekerjaannya sendiri di sektor informal.

SATUAN ACARA PENYULUHAN DEPRESI POST-PARTUM


 
A.   Identifikasi masalah
Depresi Post partum merupakan masalah yang sangat berbahaya apabila terjadi pada ibu setelah melahirkan apabila tidak terdeteksi dan tidak sgera ditangani.
Pentingnya memahami mengenai masalah depresi post partum agar dapat mencegah terjadinya depresi sangat penting mengingat apabila depresi ini terjadi pada satu individu maka akan menggangu aktifitas berfikir yang ada serta akan membuyarkan konsetrasi pada suatu kegiatan, bahkan akan erdampak buruk pada bayi si Ibu.

SATUAN ACARA PENYULUHAN PERADANGAN KULIT (DERMATITIS)



I .  Identifikasi masalah
Penggunaan alat dan bahan-bahan kimia yang berkontak langsung dengan tubuh (kullit) dimasyarakat yang dapat mengakibatkan cidera, sering tidak diperhatikan oleh pengguna. Contohnya,  penggunaan ikat pinggang yang terlalu kencang, detergen , celana dengan bahan elastis yang terlalu kencang, popok basah yang tidak langsung diganti, dan lain-lain.
Padahal hal- hal tersebut apabila dibiarkan terus menerus akan membahayakan pengguna. Salah satunya dermatitis kontak yaitu peradangan kulit yang disebabkan oleh iritan kuat, rangsangan mekanik, bahan kimia, dan bahan biologik. Apa bila sudah terjadi dermatitis maka harus segera ditangani, jika tidak maka akan berlajut ke keadaan yang lebih membahayakan tubuh.
Dari data pengkajian diperoleh bahwa sebagian besar ditemukan data bahwa masyarakat di Rt 1/ Rw 5 desa Ngalengka masih banyak ibu-ibu, anak skolah, dan bayi terkena dermatitis kontak . Oleh karena itu diharapkan dengan diadakan penyuluhan tentang dermatitis kontak iritan  ini akan menambah informasi pada ibu-ibu setempat.

SATUAN ACARA PENYULUHAN SAP PIJAT BAYI





I.                    IDENTIFIKASI MASALAH

Tanpa disadari ketika memandikan bayi, mengeringkan tubuhnya dengan menggosok punggungnya, atau bermain-main dengan cara memijat kakinya, sebenarnya banyak rangsangan yang dilakukan padanya.
Memberikan rangsangan pada bayi memang banyak caranya. Salah satu diantaranya melalui pijatan (stroking). Pijat merupakan bentuk ideal untuk merealisasikannya, sebab saat memijat bayi, ibu ”melatih” dirinya untuk lebih mengenal bayinya. Dengan memijat bagian demi bagian tubuh bayi secara lembut, ibu belajar mengenali tubuh dan bahasa tubuh bayinya secara individual. Dari sini akan diketahui pijatan mana yang menyenangkan bagi bayi dan mana yang tidak disukainya. Lama-lama kita akan menjadi lebih terampil dan percaya diri dalam mengurus bayi.
Dikalangan masyarakat Indonesia, ilmu pijat bayi tradisional sudah lama dikenal, dan sampai saat ini di daerah-daerah  masih sering dilakukan oleh dukun pijat bayi. Ilmu pijat bayi umumnya mudah dipelajari dengan beberapa kali latihan, orang tua akan mahir melakukannya. Selain itu pijat bati juga mudah karena hanya menggunakan minyak (baby oil).

SATUAN ACARA PENYULUHAN SAKIT KEPALA SEBELAH (MIGRAINE)





I.          Identifikasi masalah
Banyak masalah kesehatan yang dihadapai saat ini, bahkan rasa sakit yang kadang dianggap biasa yaitu seperti sakit kepala. Sakit kepala tentu sangat tidak enak dan menyiksa. Semua orang pernah mengalaminya, bisa karena tegang, trauma, kurang tidur, polusi, sakit gigi, dan sebab lainnya. Jika masih tergolong sakit kepala biasa, dapat diobati dengan obat sakit kepala. Namun, disaat mengalami sakit kepala sebelah atau migrain, tentu akan berbeda pula cara penanganannya.

SATUAN ACARA PENNYULUHAN (SAP) MANAJEMEN LAKTASI


SATUAN ACARA PENNYULUHAN
(SAP)
I.                   IDENTIFIKASI MASALAH


II.                PENGANTAR
Bidang studi  :Maternitas
Topik             :Manajemen Laktasi
Sub Topik      : Ibu Hamil
Sasaran          : Ibu-ibu PKK Arum siwi
Hari /tanggal  : Sabtu, 6 November 2010
Waktu            : 20 menit
Tempat          : Sejati Pasar RT 003 RW 018

III.             TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan ibu dapat memahami dan mengerti tentang panduan (menejemen) laktasi dengan baik dan benar.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) USUS BUNTU/ appendic



SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

I.                  IDENTIFIKASI MASALAH

Penyakit radang usus buntu ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Di antaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) appendiks oleh timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hyperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, cancer primer dan striktur.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) THIPOID


SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

   I.      IDENTIFIKASI MASALAH
Demam tifoid terdapat di seluruh dunia dan penyebarannya tidak tergantungpada iklim, tetapi lebih banyak dijumpai di Negara-negara sedang berkembang didaerah tropis. Hal ini disebabkan karena penyediaan air bersih, sanitasi lingkungandan kebersihan indifidu yang kurang baik. Di Indonesia demam tifoid jarang dijumpaisecara epidemic, tetapi lebih sering bersifat seporadis, terpencar-pencar di suatudaerah, dan jarang menimbulkan lebih dari satu kasus pada orang-orang serumah.Demam tifoid dapat di temukan sepanjang tahun. Insiden tertinggi didapatkan padaanak-anak dan tidak ada perbedaan yang nyata anatra insidensi demam tifoid padawanita dan pria.
null
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS