Jumat, 01 Juli 2011

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP ) HIPERTENSI




       I.            IDENTIFIKASI MASALAH
Dewasa ini, penyakit hipertensi merupakan penyakit yang sering kita jumpai di Indonesia.  Diperkirakan sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi teruatama di negara berekmbang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 200, diperkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025. Prediksi ini didasarkan pada angka penderita hipertensi saat ini dan pertambahan penduduk saat ini.
Selain itu, survai penyakit jantung yang dilaksanakan Boedhi Darmojo, menemukan prevalensi hipertensi tanpa atau dengan tanda penyakit jantung hipertensi sebesar 33,3% ( 81 orang dari 243 orang tua 50 tahun ke atas ). Dari hasil studi kasus, didapatkan 68,4% termasuk hipertensi ringan ( diastolik 95 – 104 mmHg ), 28,1% hipertensi sedang ( diastolik 105 – 129 mmHg ) dan hanya 3,5% dengan hipertensi berat ( diastolik sama atau lebih besar dengan 130 mmHg ).
Hipertensi merupakan penyakit berbahaya yang membunuh secara diam – diam karena tanda dan gejalanya adanya parameter yang pasti tentang penyakit ini. Umumnya gejala dan tanda nya sering dialami oleh orang yang tidak beresiko tau tidak menderita penyakit ini.
“ Orang menganggap ada banyak keluhan dan tanda peringatan hipertensi, paadahal tidak demikian. Hipertensi tidak memiliki keluhan dan tanda khas, makanya disebut silent killer” kata Kardiologis dan pengamat perilaku pada Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta Santoso Karo Karo Surbakti , Jum’at.
Hasil studi menunujukkan, satu dari empat penderita hipertensi tidak tahu dirinya memiliki tekanan darah tinggi ( lebih dari atau sama dengan 140 / 90 mmHg ) dan kondisi ini dapat mengancam jiwa.






    II.            PENGANTAR
Bidang studi   : Penyakit dalam
Topik               : Penyakit jantung dan pembuluh darah
Sub topik         : Hipertensi
Sasaran            : Masyarakat
Hari / tanggal  : Senin, 1 Desember 2010
Jam                  : 08.00
Waktu             : 20 menit
Tempat            : di Balai Desa Menadi
 III.            TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM ( TIU )
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan masyarakat dapat memahami tentang hipertensi.
 IV.            TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUH ( TIK )
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan masyarakat dapat menjelaskan kembali :
v  Pengertian hipertensi
v  Tanda dan gejala hipertensi
v  Faktor resiko
v  Komplikasi
v  Pencegahan
v  Penatalaksanaan
    V.            MATERI
Terlampir
 VI.            METODE
1.      Ceramah
2.      Tanya jawab
VII.            MEDIA
1.      Materi SAP
2.      Leaflet






  VIII.     KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
1
3 menit
Pembukaan :
v  Memberi salam
v  Perkenalan
v  Menjelaskan tujuan pembelajaran

v  Menjawab salam
v  Mendengarkan dan memperhatikan


2
10 menit
Pelaksanaan :
v  Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur
Materi :
1.      Pengertian hipertensi
2.      Tanda dan gejala hipertensi
3.      Faktor resiko
4.      Komplikasi
5.      Pencegahan
6.      Penatalaksanaan

v  Menyimak dan mendengarkan
3
5 menit
Evaluasi :
Meminta masyarakat untuk menjelaskan kembali atau menyebutkan :
1.      Pengertian hipertensi
2.      Tanda dan gejala hipertensi
3.      Faktor resiko
4.      Komplikasi
5.      Pencegahan
6.      Penatalaksanaan

v  Bertanya dan menjawab
4
2 menit
Penutup :
v  Mengucapkan terima kasih dan mengucapkan salam

v  Menjawab salam


  1. PENGESAHAN
        Yogyakarta, 29 Oktober 2010
                        Sasaran                                                                 Pemberi Penyuluh

                    Masyarakat                                                                      Pemateri
Mengetahui
Dosen Pembimbing


Drs. Sugianto,A. Md.Kep.M.Kes

  1. EVALUASI
Essay :
1.      Apakah yang dimaksud dengan hipertensi?
2.      Sebutkan tanda dan gejala hipertensi minimal 3!
3.      Sebutkan faktor resiko hipertensi, minimal 3!
4.      Sebutkan komplikasi yang mungkin bisa terjadi akibat hipertensi!
5.      Bagaimana cara pencegahan hipertensi?
6.      Bagaimana cara penatalaksanaan hipertensi?





  1. LAMPIRAN HIPERTENSI
HIPERTENSI
  1. Pengertian Hipertensi
Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah lebih dari normal ( lebih dari 140/90 mmHg ). Keadaan ini akibat dari penyempitan pembuluh darah atau arteriosklerosis, karena meningkatnya volume darah dan karena meningkatnya kerja jantung. Penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang berlanjut untuk suatu target organ, seperti stroke untuk otak, penyakit jantung koroner untuk pembuluh darah jantung dan untuk otot jantung.
Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa menurut JNC VII [1]
Kategori
Tekanan Darah Sistolik
Tekanan Darah Diastolik
Normal
< 120 mmHg
(dan) < 80 mmHg
Pre-hipertensi
120-139 mmHg
(atau) 80-89 mmHg
Stadium 1
140-159 mmHg
(atau) 90-99 mmHg
Stadium 2
>= 160 mmHg
(atau) >= 100 mmHg

Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara seperti :
v  Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya.
v  Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan.
Inilah yang terjadi pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis.
Dengan cara yang sama, tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi "vasokonstriksi", yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.
v  Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkan enzim yang disebut renin, yang memicu pembentukan hormon angiotensin, yang selanjutnya akan memicu pelepasan hormon aldosteron.
v  Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.
  1. Tanda dan Gejala Hipertensi
v  Sakit kepala
v  Kelelahan
v  Mual
v  Muntah
v  Sesak nafas
v  Gelisah
v  Pandangan menjadi kabur      karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.
v  Koma       karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini yang disebut ensefalopati hipertensif yang memerlukan penanganan segera.
  1. Faktor Resiko Hipertensi

  1. Komplikasi Hipertensi
  2. Pencegahan Hipertensi
  3. Penatalaksanaan Hipertensi












DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Memuat...