Jumat, 01 Juli 2011

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) INFEKSI SALURAN PERNAFASAN


SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

       I.            IDENTIFIKASI MASALAH
ISPA merupakan suatu penyakit yang terbanyak diderita oleh anak- anak, baik dinegara berkembang maupun dinegara maju dan sudah mampu dan banyak dari mereka perlu masuk rumah sakit karena penyakitnya cukup gawat. Penyakit-penyakit saluran pernapasan pada masa bayi dan anak-anak dapat pula memberi kecacatan sampai pada masa dewasa.
ISPA masih menjadi masalah kesehatan yang penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi. Setiap anak diperkirakan mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahunnya. 40 % - 60 % dari kunjungan diPuskesmas adalah oleh penyakit ISPA. Dari seluruh kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20 % - 30 %. Kematian yang terbesar umumnya adalah karena pneumonia dan pada bayi berumur kurang dari 2 bulan
ISPA sering disalah artikan sebagai infeksi saluran pernapasan atas. Yang benar  ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut.  ISPA meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah.
ISPA adalah infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari. Yang dimaksud dengan saluran pernapasan adalah organ mulai dari hidung sampai gelembung paru, beserta organ-organ disekitarnya seperti : sinus, ruang telinga tengah dan selaput paru.
Sebagian besar dari infeksi saluran pernapasan hanya bersifat ringan seperti batuk pilek dan tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik, namun demikian anak akan menderita pneumoni bila infeksi paru ini tidak diobati dengan antibiotik dapat mengakibat kematian.
Program Pemberantasan Penyakit  ISPA membagi penyakit ISPA dalam 2 golongan yaitu pneumonia dan yang bukan pneumonia. Pneumonia dibagi atas derajat beratnya penyakit yaitu pneumonia berat dan pneumonia tidak berat. Penyakit batuk pilek seperti rinitis, faringitis, tonsilitis dan penyakit jalan napas bagian atas lainnya digolongkan sebagai bukan pneumonia. Etiologi dari sebagian besar penyakit jalan napas bagian atas ini ialah virus dan tidak dibutuhkan terapi antibiotik. Faringitis oleh kuman Streptococcus jarang ditemukan pada balita. Bila ditemukan harus diobati dengan antibiotik penisilin, semua radang telinga akut harus mendapat antibiotik.
            ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran pernapasannya. Infeksi saluran pernapasan bagian atas terutama yang disebabkan oleh virus, sering terjadi pada semua golongan masyarakat pada bulan-bulan musim dingin.
Tetapi ISPA yang berlanjut menjadi pneumonia sering terjadi pada anak kecil terutama apabila terdapat gizi kurang dan dikombinasi dengan keadaan lingkungan yang tidak hygiene. Risiko terutama terjadi pada anak-anak karena meningkatnya kemungkinan infeksi silang, beban immunologisnya terlalu besar karena dipakai untuk penyakit parasit dan cacing, serta tidak tersedianya atau berlebihannya pemakaian antibiotik.
Pada umumnya suatu penyakit saluran pernapasan dimulai dengan keluhan-keluhan dan gejala-gejala yang ringan. Dalam perjalanan penyakit mungkin gejala-gejala menjadi lebih berat dan bila semakin berat dapat jatuh dalam keadaan kegagalan pernapasan dan mungkin meninggal. Bila sudah dalam kegagalan pernapasan maka dibutuhkan penatalaksanaan yang lebih rumit, meskipun demikian angka kematiannya masih tinggi, maka perlu diusahakan agar yang ringan tidak menjadi lebih berat dan yang sudah berat cepat-cepat ditolong dengan tepat agar tidak jatuh dalam kegagalan pernapasan








    II.            PENGANTAR
Bidang studi   : Penyakit Saluran Pernapasan 
Topik               : ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan Akut )
Sub topik         : ISPA pada Anak
Sasaran            : Ibu – ibu dan anak
Hari / tanggal : Kamis, 06 Januari 2011
Jam                  : 11.00 WIB
Waktu                         : 15 menit
 tempat            : di kelurahan Tahunan

 III.            TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan ibu dapat memahami dan mengerti tentang ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan Akut ) pada anak.  

 IV.            TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan ibu dapat menjelaskan kembali :
1.      Pengertian ISPA
2.      Etiologi ISPA
3.      Gejala ISPA
4.      Penanganan ISPA

    V.            MATERI
Terlampir

 VI.            METODE
1.      Ceramah
2.      Tanya jawab

VII.            MEDIA
1.      Materi SAP
2.      Presentasi dengan MS. Power point



VIII.            KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
Waktu
Kegiatan penyuluhan
Kegiatan peserta
1
2 menit
Pembukaan :
1.    Memberi salam
2.    Menjelaskan tujuan pembelajaran
1.  Menjawab salam
2.  Mendengarkan dan memperhatikan
2
7 menit
Pelaksanaan :
1.      Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur
Materi :
1.      Pengertian ISPA
2.      Etiologi ISPA
3.      Gejala ISPA
4.      Penanganan ISPA

Menyimak dan mendengarkan
3
4 menit
Evaluasi :
Meminta kepada ibu – ibu untuk menjelaskan kembali atau menyebutkan :
1.      Pengertian ISPA
2.      Tanda bahaya ISPA
Bertanya dan menjawab pertanyaan
4
2 menit
Penutup :
Mengucapkan terima kasih dan mengucapkan salam
Menjawab salam








 IX.            PENGESAHAN


Yogyakarta, 06 Januari 2011
Sasaran                                                                                                Penyuluh


Ibu – ibu                                                                                  Pemateri ( Lathifanita Hapsari ) 


Mengetahui
Dosen Pembimbing


Drs. Sugianto, A. Md. Kep. M. Kes












    X.            EVALUASI
Essay
Pertanyaan :
1.      Apa itu ISPA  ?
2.      Sebutkan tanda bahaya ISPA ?






















 XI.            LAMPIRAN MATERI

ISPA pada Anak

1.         Pengertian ISPA
ISPA merupakan singkatan dari infeksi saluran pernafasan akut, istilah ini diadaptasi dari istilah dalam bahasa Inggris Acute Respiratory Infections (ARI). Istilah ISPA meliputi tiga unsur yakni infeksi, saluran pernafasan dan akut, dengan pengertian sebagai berikut:
Infeksi adalah masuknya kuman atau mikroorganisme ke dalam tubuh manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit.
Saluran pernafasan adalah organ mulai dari hidung hingga alveoli beserta organ adneksanya seperti sinus-sinus, rongga telinga tengah dan pleura. ISPA secara anatomis mencakup saluran pernafasan bagian atas, saluran pernafasan bagian bawah (termasuk jaringan paru-paru) dan organ adneksa saluran pernafasan. Dengan batasan ini, jaringan paru termasuk dalam saluran pernafasan (respiratory tract)
Infeksi akut adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari. Batas 14 hari diambil untuk menunjukkan proses akut meskipun untuk beberapa penyakit yang dapat digolongkan dalam ISPA proses ini dapat berlangsung lebih dari 14 hari. 
ISPA adalah radang akut saluran pernafasan atas maupun bawah yang disebabkan infeksi jasad remik atau bakteri, virus maupun rikitsia tanpa atau disertai radang parenkim paru.(Vietha,2009)
ISPA adalah suatu tanda dan gejala akut akibat infeksi yang terjadi pada setiap bagian saluran pernafasan baik atas maupun bawah yang disebabkan oleh jasad remik atau bakteri, virus maupun riketsin tanpa atau disetai radang dari parenkim. ( Whaley dan Wong, 2000 ).
2.         Etiologi, Menurut Vietha ( 2009 ) :
Etiologi ISPA adalah lebih dari 200 jenis bakteri, virus dan jamur. Bakteri penyebabnya antara lain genus streptococus, Stafilococus, hemafilus, bordetella, hokinebacterium. Virus penyebabnya antara lain golongan mikrovirus, adnovirus, dan virus yang paling sering menjadi penyebab ISPA di influensa yang di udara bebas akan masuk dan menempel pada saluran pernafasan bagian atas yaitu tenggorokan dan hidung. Biasanya bakteri dan virus tersebut menyerang anak – anak di bawah usia 2 tahun yang kecepatan tubuhnya lemah atau belum sempurna. Peralihan musim kemarau ke musim hujan juga menumbulkan resiko serangan ISPA. Beberapa faktor lain yang diperkirakan berkontrubusi terhadap kejadian ISPA pada anak adalah rendahnya asupan antioksidan, status gizi kurang, dan buruknya sanitasi lingkungan.

3.         Gejala ISPA
Berikut ini adalah gejala ISPA pada anak-anak :
  • Demam
  • Batuk
  • Pilek, hidung tersumbat, atau bersin-bersin
  • Nyeri tenggorokan/nyeri menelan
  • Suara serak
  • Sakit kepala, badan pegal-pegal, atau nyeri sendi
  • Lesu, lemas
  • Sesak napas
  • Frekuensi napas cepat

Tanda-tanda bahaya pada anak golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun adalah: tidak bisa minum, kejang, kesadaran menurun, stridor dan gizi buruk.
Tanda bahaya pada anak golongan umur kurang dari 2 bulan adalah: kurang bisa minum (kemampuan minumnya menurun sampai kurang dari setengah volume yang biasa diminumnya), kejang, kesadaran menurun, mendengkur, mengi, demam dan dingin.
4.         Penanganan ISPA
Berikut ini beberapa tips untuk penanganan ISPA secara umum:
  1. Istirahat yang cukup
  2. Berikan anak minum lebih banyak, terutama bila anak batuk dan demam
  3. Berikan obat penurun panas bila demam
  4. Hindari penularan ke orang lain. Cara untuk menghindari penularan: menutup mulut dan hidung bila batuk/bersin, cuci tangan dengan sabun setelah batuk/bersin, gunakan masker (bila anak cukup kooperatif), hindari kontak terlalu dekat dengan bayi atau manular.
  5. Jangan memberikan antibiotik tanpa intruksi dokter. Antibiotik tidak diperlukan apabila ISPA yang disebabkan infeksi virus. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan kekebalan bakteri terhadap antibiotik tersebut.
  6. Hindari pemberian obat batuk/pilek pada anak. Diskusikan dengan dokter anda mengenai manfaat dan risiko obat tersebut apabila akan diberikan pada anak anda
  7. Kenali tanda-tanda gawat darurat .
Anda perlu segera memeriksakan anak ke dokter apabila:
  1. Sesak napas atau frekuensi napas menjadi lebih cepat
  2. Napas berbunyi mengi (wheezing) atau seperti merintih (grunting)
  3. Dinding dada/sela-sela iga tampa tertarik ke dalam bila anak bernapas
  4. Bibir berwarna kebiru-biruan
  5. Leher anak kaku
  6. Kesulitan menelan
  7. Muntah terus menerus
  8. Anak tampak sangat lemah










                                                                                                                                         XII.            DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Memuat...