Minggu, 29 April 2012

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) SEKS BEBAS DAN BAHAYANYA


SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

I.                   IDENTIFIKASI MASALAH
Sekarang ini seks bebas sudah menjadi hal yang tidak tabu lagi bagi kalangan remaja dan mahasiswa di Indonesia. Kegiatan seks bukan hanya dilakukan oleh pasangan yang sah menurut agama dan hukum yang berlaku akan tetapai juga dilakukan oleh para pelajar dan mahsiswa. Aktifitas seks bebas mungkin sesuatu yang biasa di negara lain khususnya dalam kehidupan barat, tetapi tidak di negara kita Indonesia. Itu sesuatu yang dilarang dalam masyarakat kita. Seks bebas mungkin membuat setiap orang senang untuk melakukannya.

Pelajar dan mahasiswa sekarang ini cenderung lebih mengutamakan pacaran dan kebutuhannya yang lain daripada menuntut ilmu. Mereka tidak lagi tenggelam dalam pelajaran akan tetapi sudah tenggelam dalam lautan asmara yang mereka namakan cinta. Seks merupakan naluri alamiah yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup di muka bumi ini. Bukan hanya manusia yang memiliki naluri seks, tetapi juga termasuk hewan dan makhluk hidup lainnya (tumbuhan).  
Seks bebas adalah hubungan seks atau hubungan badan diluar nikah. Tidak sepantasnya apabila seorang manusia melakukan hubungan seks diluar nikah. Dalam islam seks bebas atau hubungan badan diluar nikah disebut zina.
Kegiatan seks (bersetubuh) hanya boleh dilakukan ketika sudah ada ikatan yang sah yaitu pernikahan. Hubungan seks yang dilakukan diluar pernikahan merupakan suatu pelanggaran terhadap norma-norma (baik norma agama maupun norma-noram yang berlaku lainnya) dan merupak suatu perbuatan dosa yang besar dan sangat berat hukumannnya. Hubungan seks diluar nikah dapat berisiko terjadinya kehamilan diluar nikah, putus sekolah, perkawinan usia muda, pengguguran kandungan yang dapat membahayakan dirinya sendiri, dan yang paling utama dan yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah terjadinya penyakit menular seksual/penyakit kelamin yang disebabkan karena melakukan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan.

II.                PENGANTAR
Bidang studi   : Kesehatan Reproduksi
Topik               : Seks Bebas di Kalangan Remaja
Sub Topik        : Bahaya Seks Bebas Bagi Kesehatan
Sasaran            : Remaja Karang Taruna dusun singsaren
Hari/Tanggal   : Kamis, 28 mei 2009
Jam                  : 18:30 WIB
Waktu             : s/d selesai
Tempat            :  Rumah pak dukuh RT 04 Singosaren

III.             TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan remaja Karang Taruna Singosaren Bantul Yogyakarta dapat mengerti tentang bahaya seks bebas.

IV.             TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan remaja Karang Taruna Singosaren  Bantul Yogyakarta akan dapat:
1.      Mengerti arti dari seks bebas
2.      Mengetahui faktor penyebab seks bebas
3.      Mengetahui cara-cara pencegahan seks bebas
4.      Mengetahui bahaya seks bebas

V.                MATERI
Terlampir

VI.             MEDIA
-          Materi SAP
-          Komputer (power point)
-          Leafllet


VII.          METODE
-          Penyuluhan
-          Tanya jawab

VIII.       KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
1.
2 menit
Pembukaan:
1.      Memberi salam
2.      Menjelaskan tujuan penyuluhan
3.      Menyebutkan materi/pokok bahasan yang akan disampaikan

Menjawab salam
Mendengarkan dan Memperhatikan
2.
15 menit
Pelaksanaan:
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur.
Materi :
1.      Pengertian Seks Bebas
2.      Faktor Penyebab Seks Bebas
3.      Pencegahan Seks Bebas
4.      Bahaya Seks Bebas


Menyimak dan Memperhatikan
3.
6 menit
Evaluasi :
- Meminta siswa dan siswi menjelaskan atau  menyebutkan kembali :
1.      Pengertian Seks Bebas
2.      Faktor Penyebab Seks Bebas
3.      Pencegahan Seks Bebas
4.      Bahaya Seks Bebas
-Memberikan kesempatan kepada responden untuk bertanya
-Memberikan kesempatan kepada responden untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan
-Memberikan pujian atas keberhasilan responden dalam menjelaskan pertanyaan dan menjawab pertanyaan.


Merespon,
Bertanya dan Menjawab Pertanyaan
4.
5 menit
Penutup:
-Menyimpulkan materi yang
 telah disampaikan
-Menyampaikan terimakasih
 atas perhatian dan waktu yang
 telah diberikan kepada peserta
-Mengucapkan salam

Menjawab Salam

IX.             PENGESAHAN
Yogyakarta, 28 Mei 2009
Sasaran                                                                       Pemberi Penyuluhan




 Karang Taruna Singosaren                                                     Mahasiswa PKMD UNRIYO
           
                                                                        Mengetahui,
                                                                    Pembimbing PKL


                                                                      Sulistyaningsih


X.                EVALUASI
Metode Evaluasi   : Diskusi dan Tanya Jawab
Jenis Pertanyaan    : Lisan, Essay, dan Pilihan Ganda
Jumlah  Soal          : 2 soal

XI.             LAMPIRAN MATERI

A.    Pengertian Seks Bebas
Seks bebas adalah hubungan seks atau hubungan badan diluar nikah. Tidak sepantasnya apabila seorang manusia melakukan hubungan seks diluar nikah. Dalam islam seks bebas atau hubungan badan diluar nikah disebut zina.
Seks bebas dapat diartikan sebagai hubungan kelamin yang dilakukan secara bebas (berganti-ganti pasangan) yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di masyarakat.
B.     Faktor Penyebab Seks Bebas
Sebagian kecil yang melakukan hubungan seks diluar nikah disebabkan karena ada beberapa tahapan yang biasanya dilakukan sebelum seseorang berani melakukan hubungan seks yaitu:
*      Pegangan tangan
*      Ciuman sebatas ciuman di pipi dan kening
*      Ciuman bibir (kiss franc)
*      Pelukan
*      Petting (mulai berani melepas pakaian bagian atas)
*      Meraba kebagian-bagian yang sensitif (mulai berani buka-bukaan)
*      Melakukan hubungan seks
Ironisnya hubungan seks itu dilakukan di rumah sendiri, rumah tempat mereka berlindung, hubungan seks pada umumnya dilakukan atas dasar suka sama suka, dan bahkan ada yang berganti-ganti pasangan. Sebagian besar mereka menggunakan alat kontrasepsi yang dijual bebas dan menggunakan metode coitus interuptus.

Faktor-faktor yang menyebabkan seks bebas yaitu:
1.      Lingkungan  keluarga
                  Lingkungan keluarga yang dimaksud adalah cukup tidaknya pendidikan agama yang diberikan orangtua terhadap anaknya. Cukup tidaknya kasih sayang dan perhatian yang diperoleh sang anak dari keluarganya. Cukup tidaknya keteladanan yang diterima sang anak dari orangtuanya, dan lain sebagainya yang menjadi hak anak dari orangtuanya. Jika tidak, maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-jalan serta di tempat-tempat yang tidak mendidik mereka. Anak akan dibesarkan di lingkungan yang tidak sehat bagi pertumbuhan jiwanya. Anak akan tumbuh di lingkungan pergaulan bebas.
2.      Lingkungan masyarakat
Lingkungan masyarakat yang kurang mendukung, seperti masyarakat yang didominasi oleh pelacur, preman, pemabuk dll, sehingga dapat mempengaruhi remaja di lingkungan tersebut.
3.      Lingkungan pergaulan
Dalam lingkungan pergaulan remaja ABG, ada istilah yang kesannya lebih mengarah kepada hal negatif ketimbang hal yang positif, yaitu istilah “Anak Gaul”. Istilah ini menjadi sebuah ikon bagi dunia remaja masa kini yang ditandai dengan nongkrong di kafe, mondar-mandir di mal, memahami istilah bokul, gaya fun, berpakaian serba sempit dan ketat kemudian memamerkan lekuk tubuh, dan mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi.
Sebaliknya mereka yang tidak mengetahui dan tidak tertarik dengan hal yang disebutkan tadi, akan dinilai sebagai remaja yang tidak gaul dan kampungan. Akibatnya, remaja anak gaul inilah yang biasanya menjadi korban dari pergaulan bebas, di antaranya terjebak dalam perilaku seks bebas.
4.      Kurangnya pendidikan agama dari keluarga
Kurangnya pendidikan agama yang  tidak diperoleh sejak dini dari keluarga, terutama orangtuanya, sehinga mereka dapat dengan mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang negative.

5.      Kurangnya pendidikan seks
Saat ini, kekurangan informasi yang benar tentang masalah seks akan memperkuatkan kemungkinan remaja percaya dan salah paham yang diambil dari media massa dan teman sebaya. Akibatnya, kaum remaja masuk ke kaum beresiko melakukan perilaku berbahaya untuk kesehatannya.
6.      Menonton media pornografi, di antaranya VCD dan DVD Porno
VCD dan DVD porno begitu mudah diperoleh hanya dengan Rp 5.000. Sekali dirazia, setelah itu bebas lagi diperjualbelikan. Sistem pendidikan yang mengejar angka-angka pun memberi andil kerusakan generasi muda itu.
7.      Tayangan televis (telenovela dan film-film lainnya)
Faktor penyebab remaja melakukan perilaku seks bebas salah satu di antaranya adalah akibat atau pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan. Apa yang ABG tonton, berkorelasi secara positif dan signifikan dalam membentuk perilaku mereka, terutama tayangan film dan sinetron, baik film yang ditonton di layar kaca maupun film yang ditonton di layar lebar.
Disyukuri memang karena ada kecenderungan dunia perfilman Indonesia mulai bangkit kembali, yang ditandai dengan munculnya beberapa film Indonesia yang laris di pasaran. Sebutlah misalnya, film Ada Apa Dengan Cinta, Eiffel I’m in Love, 30 Hari Mencari Cinta, serta Virgin. Tetapi rasa syukur itu seketika sirna seiring dengan munculnya dampak yang ditimbulkan dari film tersebut. Terutama terhadap penonton usia remaja.
Film-film yang disebutkan tadi laris di pasaran bukan karena mutu pembuatan filmnya akan tetapi lebih karena film tersebut menjual kehidupan remaja, bahkan sangat mengeksploitasi kehidupan remaja. Film tersebut diminati oleh banyak remaja ABG bukan karena mutu cinematografinya, melainkan karena alur cerita film tersebut mengangkat sisi kehidupan percintaan remaja masa kini. Film tersebut diminati remaja ABG, karena banyak mempertontonkan adegan-adegan syur dengan membawa pesan-pesan gaya pacaran yang sangat “berani”, dan secara terang-terangan melanggar norma sosial kemasyarakatan, apalagi norma agama

8.      Narkoba
Seks bebas dan narkoba sangat erat kaitannya. Dimana orang-orang yang telah terjerumus kedalam pengaruh napza, sebagian besar dari mereka dapat dipastikan telah melakukan seks bebas. Baik hubungan diluar nikah maupun dengan berganti-ganti pasangan.
9.      Pengaruh kebudayaan barat
Kebersamaan nyaris sirna dalam kasih sayang, kejujuran, moral dan etika kini semakin memudar dalam kehidupan kita di tengah arus globalisasi, bahkan dengan bangga mereka mengadopsi budaya barat dan sadar atau tidak sadar menjadi agen budaya asing.
Dengan mencontoh gaya hidup barat yang liberal pergaulan anak-anak muda/remaja kita terutama di kota-kota besar kian semakin mengkhawatirkan orang tua. Orang tua jadi pusing tujuh keliling. Mereka tidak mampu lagi membendung pola tingkah anak muda sekarang.
10.  Media cetak
Makin banyaknya majalah dan buku-buku porno yang juga memuat gambar-gambar porno, sehingga membuat anak-anak remaja sekarang banyak terjerumus dalam pergaulan bebas dan melakukan seks bebas
11.   Gaya hidup
Gaya hidup remaja sekarang yang selalu diikuti dengan dunia gemerlap malam, seperti dugem, clubbing, minum-minuman keras, merokok, nongkrong di kafe  dan lain sebagainya.
12.   Kemajuan tekhnologi (internet)
Dengan menggunakan internet, orang dapat mencari banyak situs terlarang, seperti halnya situs yang memperlihatkan banyak pose orang telanjang khususnya wanita atau situs seks.
Situs-situs itu tidak berguna dan tidak cocok untuk dilihat. Situs itu akan mengurangi keimanan kepada Tuhan dan cenderung membawa mereka untuk melakukan sesuatu yang salah. Tetapi banyak orang tidak tahu atau tidak memikirkan tentang itu. Mereka terlalu bernafsu untuk melihat gambar-gambar itu semua.
13.  Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi, seperti kemiskinan adalah salah satu penyebab terjadinya seks bebas.
14.  Kondom yang terjual bebas
Kondom yang terjual bebas di apotik-apotik adalah salah satu penyebab seks bebas karena kita tahu kalau kondom dapat mencegah kehamilan, sehingga dapat melakukan seks bebas kapanpun.
C.    Pencegahan Seks Bebas
Sebenarnya untuk menjauhkan remaja dari pergaulan seks bebas dapat dilakukan dengan cara:
1.       Memberikan bimbingan positif  dari sekolah maupun orangtua di rumah
2.      Meningkatkan kedisiplinan di sekolah maupun di rumah
3.      Memberikan pendidikan seks melalui seminar atau talk show kesehatan atau
      seks, agar remaja mengetahui betapa bahayanya melakukan seks bebas.
4.      Peran penting orangtua dalam memberikan nasehat dan mendidik
      anak-anaknya dengan bimbingan agama yang kuat.
5.      Peran penting orang tua dalam masa tumbuh kembang remaja sangatlah
      penting, antara lain orang tua harus bisa menjadi sahabat anaknya
6.      Menjalin hubungan baik antara orangtua dengan anak yaitu dengan
      komunikasi yang baik
7.      Pemerintah juga harus menegakkan hukum setegak-tegaknya.
      Misalnya memberantas pelaku perdangan anak yang menjadi salah satu
      sumber terjadinya perbudakan seks.
8.      Menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis
9.      Latihlah anak-anak untuk mengekspresikan dirinya
10.  Pengembangan harga diri anak
11.  Mengembangkan ketrampilan dan kemandirian anak
12.  Meningkatkan iman dan takwa
13.  Tidak berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seks



D.    Bahaya Seks bebas
Bahaya dari seks bebas adalah:
1.      Terputusnya sekolah
Akibat dari pergaulan bebas dan seks bebas adalah terputusnya sekolah karena dengan seks bebas dan pergaulan bebas, mereka tidak sepenuhnya focus dengan belajar saat di sekolah dan hanya memikirkan pacarnya atau mau ngapain setelah sekolah (kencan di tempat-tempat romantic, makan malam, dll). Itulah yang dapat menyebabkan anak putus sekolah karena malas belajar dan hanya memikirkan pacarnya saja, apalagi kalau sudah patah hati, pasti malas umtuk melakukan kegiatan apapun.
2.      Perkawinan usia muda
Dari seks bebas yang sudah dilakukan, maka dipaksakan untuk dapat menikah pada usia  muda karena harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan oleh kedua belah pihak. Menikah diusia muda juga banyak mempunyai dampak yang tidak baik untuk kedua pihak, misalnya: karena ketidaksiapan psikis dan psikologi, maka dapat menyebabkan pertengkaran dan perceraian dan bagi seorang istri, karena organ-organ reproduksinya belum berfungsi dengan baik seperti wanita yang sudah dewasa, maka bisa menyebabkan perdarahan saat melahirkan dan penyakit-penyakit lainnya.
3.      Kehamilan di luar nikah
Pacaran yang bebas, akan membuka kemungkinan terjadinya kegiatan seks bebas yang berujung pada kehamilan. Jika, terjadi kehamilan, maka yang bersangkutan harus siap untuk menjadi orang tua. Menjadi orang tua, tentu membewa banyak konsekuensi seperti harus kehilangan kesempatan menyelesaikan studi, mencarikan nafkah untuk keluarga, kesiapan psikis untuk menjadi kepala keluarga, kesiapan untuk membangun keluarga, kesiapan untuk berhadapan dengan orang tua (menjelaskan tentang kehamilan tersebut), kesiapan psikis untuk berhadapan dengan berbagai pertanyaan dari masyarakat sekitar dan  kelurga dan lain-lain.
Jika harus menjadi orang tua di usia muda, maka sudahkah kita memiliki bayangan, kira-kira pekerjaan apa yang paling mungkin kita kerjakan untuk membiayai keluarga kita? Sementara pada sisi yang lain, bekal untuk  berkompetinsi mencari pekerjaan yang layak, mungkin belum kita miliki. Jika, setelah kita analisis ternyata kita belum siap untuk menjadi orang tua di usia muda, maka lebih baik tidak usah pacaran terlebih dahulu. Maka, bahwa di usia muda lebih baik kita menghindari pacaran terlebih dahulu agar waktu yang kita miliki dapat betul-betul kita maksimalkan untuk mempersiapkan masa depan kita.
4.      Pengguguran kandungan (aborsi)
Kehamilan di luar nikah dapat menyebabkan pasangan tersebut memutuskan untuk menggugurkan kandungannya karena takut jika diketahui orang tua, pasangannya belum siap untuk menikah dan lain-lain.
Remaja wanita yang berusaha menggugurkan kandungannya pada tenaga non medis (dukun, tenaga tradisional) sering mengalami kematian strategis. Perlu diketahui bahwa aborsi dapat dilakukan dengan dua macam tindakan yaitu:
Ø  Aborsi dilakukan sendiri
Aborsi yang dilakukan sendiri misalnya dengan cara meminum obat0obatan yang membahayakan janin, atau dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang dengan sengaja menggugurkan janin.
Ø  Aborsi dilakukan orang lain
Orang lain disini bisa seorang dokter, bidan atau dukun beranak. Cara-cara yang digunakan juga beragam.
Aborsi yang dilakukan seorang dokter atau bidan pada umumnya dilakukan dalm 5 tahapan, yaitu:
1.      Bayi dibunuh dengan cara ditusuk atau diremukkan didalam kandungan
2.      Bayi dipotong-potong tubuhnya agar mudah dikeluarkan
3.      Potongan bayidikeluarkan satu persatu dari kandungan
4.      Potongan-potongan disusun kembali untuk memastikan lengkap dan
      tidak tersisa
5.      Potongan-potongan bayi kemudian dibuang ke tempat sampah/sungai, di kubur di tanah kosong, atau di bakar di tungku
Sedangkan seorang dukun beranak biasanya melakukan aborsi dengan cara memberi ramuan obat pada calon ibu dan menguurut perut calon ibu untuk mengeluarkan secara paksa janin dalam kandungannya. Hal ini sangat berbahaya, sebab pengurutan belum tentu membuahkan hasil yang diinginkan dan kemungkinan dapat membawa cacat bagi janin dan trauma hebat bagi calon ibu.
Tindakan aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita.
Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi adalah:
v  Resiko Kesehatan dan Keselamatan Fisik
Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi seorang wanita, yaitu:
a.       Kematian mendadak karena pendarahan hebat
b.      Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
c.       Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan
d.      Rahim yang sobek
e.       Kerusakan leher rahim yang akan menyebabkan cacat pada
      anak berikutnya
f.       Kanker payudara (karena ketidak seimbangan hormone estrogen
      pada wanita)
g.      Kanker indung telur
h.      Kanker leher rahim
i.        Kanker hati
j.        Kelainan pada plasenta/ ari-ari yang akan menyebabkan cacat pada
      anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya
k.      Menjadi mandul atau tidak mampu memiliki keturunan
l.        Infeksi rongga panggul
m.    Infeksi pada lapisan rahim

v  Resiko Kesehatan Mental
Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.
Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai Sindrom Paska Aborsi atau PAS.
Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut ini:
a.       Kehilangan harga diri
b.      Berteriak-teriak histeris
c.       Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi
d.      Ingin melakukan bunuh diri
e.       Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang
f.       Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual
5.      Penyakit Kelamin atau Penyakit Menular Seksual (Gonorhoea, Chlamydia, Herpes, Infeksi Jamur, Syphilis HIV/AIDS dll)
Hubungan seksual pranikah, akan memicu terjadinya multipartner. Dan karena belum ada pasangan tetap maka akan cenderung berganti-ganti pasangan. Keadaan ini akan memperparah terjadinya penyakit menular seksual seperti gonorhoe, Chlamydia, Herpes, Infeksi Jamur, Syphilis maupun AIDS. PMS sering berakhir dengan penyakit komplikasi seperti kemandulan atau infertilitas.
*      Gonorhoe dan Chlamydia
·         Disebabkan oleh bakteri. Infeksi dimulai beberapa hari sampai beberapa minggu setelah berhubungan intim dengan orang yang terjangkit penyakit ini
·         Pada pria, penyakit ini menyebabkan keluarnya cairan dari kemaluan pria. Buang Air Kecil dapat terasa sakit. Gejala-gejala ini dapat terasa berat/tidak terasa sama sekali
*      Herpes
·         Disebabkan oleh virus, dapat diobati, tetapi tidak dapat disembuhkan
·         Gejala timbul antara 3-10 hari setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini
·         Gejala awal muncul, seperti lecet yang kemudian terbuka menjadi lubang kecil dan berair
·         Dalam 5-10 hari gejala hilang
·         Virus menetap dalam tubuh dan dapat timbul lagi suatu saat
*      Infeksi Jamur
·         Disebabkan oleh jamur
·         Menyebabkan kegiatan berwarna merah dibawah kulit pria yang tidak disunat
*      Syphilis
·         disebabkan oleh bakteri. Lesi muncul 3 minggu-3 bulan setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini
·         luka terlihat seperti berlubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Pada umumnya tidak terasa sakit
·         luka akan hilang setelah beberapa minggu, tetapi virus akan menetap padfa tubuhdan penyakit dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh. Lecet-lecet ini akan hilang juga dan virus akan menyerang bagian tubuh lain
·         shypilis dapat disembuhkan pada tiap tahapabn dengan penicillin
*      HIV/AIDS
AIDS bisa membuat kehidupan kita tidak berguna, dan merusak hidup kita meskipun kita menghindarinya dengan kondom ketika kita berhubungan seks, ia masih tidak bisa dihindari. Setiap orang bisa terkena jika kita tidak mencoba menghindarinya.
·         AIDS merupakan kumpulan gejala akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh. Diakibatkan oleh serangan virus HIV
·          Timbul karena sering berganti pasangan seksual. Juga dapat melalui transfusi darah, jarum suntik, luka, maupun penularan dari ibu ke bayi.

Seks bebas tersebut sebenarnya adalah bentuk pengamalan surat Al Israa ayat 32 yang berbunyi:
"Dan Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."
sMereka menyadari bahwa seks bebas itu berbahaya dan menyarankan untuk selalu menjaga diri, memiliki pengendalian diri, khususnya dalam periode pacaran. Bahkan mereka mengatakan untuk putri simpanlah ciuman pertama dan keperawanan itu untuk suami mereka.
Proses pengendalian diri (kesadaran internal) ini juga sangat bersesuaian dengan QS. An Nuur: 30-31 yang berbunyi:
30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".
31. Katakanlah kepada wanita yang beriman "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."



XII.          DAFTAR PUSTAKA
Dr.H.Boyke Dian Nugraha, SpOG,MARS. Ginekologi dan Konsultan. Jakarta, 2000.
Wijayanto, Iip. Cinta Antara Realita Seks Pra-Nikah. Jogjakarta, 2008.
http://www.healthac.org/shortguides/shortguides_indonesian.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Memuat...